Salam lur,, ini postingan pertama arek alit. Sekedar share dan sedikit curhat tentang pendidikan.
Pernah menemukan hal seperti ini???
Arek alit nggak mau muna, dulu semasa jadi murid pernah juga melakukan yang namanya nyontek saat ulangan. Lebih mantepnya pakai istilah bahasa jawa "NGE-REPEK". NGE-REPEK itu setingkat lebih tinggi daripada mencontek. Yakni menyalin/ merangkum materi yang akan diujikan. Bentuknya biasanya berupa potongan potongan kecil kertas yang dilipat-lipat, ada juga seperti gambar di atas (ditulis dibagian tubuh yang tidak bisa dilihat ke-umum-an.... Dimana Hayoooo!!!!). Lebih-lebih kalau ketemu mapel hafalan pasti menghabiskan banyak kertas.. sebab merangkum semua isi buku..kkkkk..
Bisa dibayangkan betapa tebalnya kan??? Itulah gunanya kotak pensil...Itulah gunanya papan alas ujian, untuk menyimpan bahan contekan..wkwkwk
Padahal kalau dipikir-pikir ngrepek itu pekerjaan yang sulit. WHY???
Pertama, kita harus merangkum. Paham maksud merangkum kan? membaca cepat dan menuliskan kembali intisari dari apa yang kita baca. Dan hebatnya hal itu bisa dilakukan dalam 1 malam lho. Terlebih lagi jika yang dirangkum ada beberapa mapel. Wow amazing.....!!!
Kedua, Terkadang kita harus membuat kode tertentu untuk poin-poin tertentu terhadap KREPEK'AN yang sudah ditulis kemudian menghafalkannya. Sehingga ketika diberikan soal demikian kita sudah hafal betul soal poin itu jawabannya ada di lembaran halaman sekian, dan di alenia sekian. (makin banyak yang dihafal kan???)
Ketiga, ketika proses eksekusi pelaksanaan ujian. Kita harus pandai-pandai menempatkan KREPEK'AN supaya tidak ketahuan pengawas. Belum lagi kalau pengawasnya killer dan suka mondar-mandir. Kita harus belajar jurusnya COPET plus belajar ilmu kebal. Kebal mental terutama, kalau ketangkep malunya minta ampun, dan sakitnya tuh di sini sama guru ybs.
Ketiga, ketika proses eksekusi pelaksanaan ujian. Kita harus pandai-pandai menempatkan KREPEK'AN supaya tidak ketahuan pengawas. Belum lagi kalau pengawasnya killer dan suka mondar-mandir. Kita harus belajar jurusnya COPET plus belajar ilmu kebal. Kebal mental terutama, kalau ketangkep malunya minta ampun, dan sakitnya tuh di sini sama guru ybs.
Tetapi budaya ngrepek berkelas seperti itu lambat laun mengalami penurunan dan makin banyak adalah mencontek. Apalagi di era digital ini. Kecanggihan android banyak disalah gunakan pemakainya. Tinggal tanyakan GOGLE #SelaluTauYangDituju. Terlebih adanya Komunitas grup chat, cukup satu klik pesan jawaban semua bisa tahu, nggak perlu lagi oper contekan... Hmmm... Waspadalah...Waspadalah..Bapak Ibu guru.
Arek alit kali ini tidak akan membahas bagaimana mengatasi perilaku ngrepek pada anak.
Sebab sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga, dan sepandai-pandainya anak ngrepek pasti ketahuan juga. Saya dulu sempat tidak percaya ketika guru saya bilang "Semua yang kamu lakukan disana, terlihat jelas disini." Apa iya? Jadilah seorang guru dan buktikan!!!
Yang menjadi akar permasalahan adalah belum tumbuhnya kesadaran pada anak tentang efek negatif perilaku mencontek. Selama akar permasalahan belum dituntaskan, teknik apapun yang dipakai dan sekiller apapun gurunya pasti kecolongan juga.
Mana yang namanya 'ngrepek' itu kita buat Sakit hatinya tuh disini, kalo kedapatan guru yang jaga killernya minta ampun.
Sebab sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga, dan sepandai-pandainya anak ngrepek pasti ketahuan juga. Saya dulu sempat tidak percaya ketika guru saya bilang "Semua yang kamu lakukan disana, terlihat jelas disini." Apa iya? Jadilah seorang guru dan buktikan!!!
Yang menjadi akar permasalahan adalah belum tumbuhnya kesadaran pada anak tentang efek negatif perilaku mencontek. Selama akar permasalahan belum dituntaskan, teknik apapun yang dipakai dan sekiller apapun gurunya pasti kecolongan juga.
Mana yang namanya 'ngrepek' itu kita buat Sakit hatinya tuh disini, kalo kedapatan guru yang jaga killernya minta ampun.
Buat bapak ibu guru pasti pernah mengalami hal-hal ini. Ya bisa dibilang hal ini cukup menyesakkan. Apalagi jika guru perempuan, muda, dan

Belum ada tanggapan untuk "NGEREPEK itu SULIT, BELAJAR itu MUDAH"
Posting Komentar